18.5.14

Morning Reflection

You lose one good person in your life, but you find another ones and even better.

Your once-a-good friend thinks you are a bad person and places yourself as his/her enemy now, but you find MORE than one person who trust and appreciate you in many other ways and always think you are good.

If we notice the pattern of all things revolved in our life, Allah would never let us suffer from sorrow and hardship for long standing. He even multiples the merits you may obtain so you don't have to worry over ONE unimportant matter and feel dejected :)

Be grateful everyday and He'll open the gate of unstoppable merits to your life.

16.1.14

This is what happens when you don't seek for goals, a process instead.

Little Budhil Rapid, Upper Progo River. (January, 2014)
Wow, akhir minggu ini kami berangkat simulasi ke Sungai Padegolan. Dengan tidak adanya minggu recovery, berarti minggu depan kami sudah akan berangkat during ke Bali, dong?
Time sure flies excessively fast. Well, enjoy while it lasts!

31.12.13

+

I am the biggest procrastinator I've ever known in my life.

Menulis itu tidak susah sebenarnya. Menuangkan apa yang kamu pikirkan ke dalam rangkaian kata yang syahdu dan nyaman dibaca, itu yang menurutku susah. Apalagi jika yang kamu pikirkan dan ingin kamu tuliskan sudah mengendap di dalam otak berbulan-bulan. Dari pertengahan tahun 2013, sampai akhirnya pada hari ini tepat di penghujung tahun 2013, masih belum juga terbentuk satu kalimat pun.
Basi, kan, jadinya.


(Ditulis di tengah-tengah proses TC FUD Palapsi 2014. Sedang latihan menulis dalam bahasa ibu yang sederhana, bukan bahasa negara adidaya yang biasanya mengisi hampir seluruh isi postingan blog ini.)

10.6.13

Being an Early Adult

Kadang-kadang saya bingung menjalani masa-masa 'usia tanggung' seperti sekarang ini. Mungkin 19 tahun sudah tidak bisa dibilang tanggung lagi sih. Kalau menurut psikologi perkembangan, 19 tahun termasuk dalam kategori dewasa awal. Bukan remaja tanggung yang hobinya labil kesana-kemari. Tetapi, di dalam siklus hidup saya agaknya saya belum sepenuhnya menjadi 'dewasa awal'. Yang saya tahu, adult (orang dewasa, kb.) dengan mature (dewasa, ks.) jelas berbeda. Dari arti katanya secara harafiah saja sudah berbeda, terlebih lagi 'makna' di dalamnya.

Nah, yang jadi pertanyaan, dewasa itu yang bagaimana ya? Atau lebih tepatnya, menjadi dewasa itu bagaimana ya? 

Konsep dewasa, mature, dipikiran saya simple saja; mandiri dan bertanggung jawab akan apa yang jadi pilihannya. Jika mandiri = mampu hidup sendiri, mungkin saya kalah jauh dengan sebagian besar teman kampus saya yang merantau kuliah di Jogja dan ngekost. Karena hampir 19 tahun hidup saya dihabiskan di kota tercinta ini dan ada beberapa aspek yang saya masih gantungkan kepada orang tua. Dan mungkin itu menjadi salah satu faktor mengapa saya agak susah meninggalkan rumah untuk jarak yang jauh dan waktu yang lama. Tetapi jika menyangkut hal lain, bisa jadi saya lebih mandiri dibanding mereka. Who knows?

Kemudian, bertanggung jawab. Nah, mungkin bagi saya inilah tantangan terbesar dalam menuju proses pendewasaan, bertanggung jawab. Bertanggung jawab atas hal sekecil apapun. Atas uang 500 perak milik seorang teman yang mungkin kita jatuhkan di selokan, atas piring kotor yang kita pakai setelah makan, atas pembagian kerja dalam mengerjakan tugas kelompok, atas keluhan-keluhan yang kita lontarkan ke orangtua.
Intinya, apa yang kamu putuskan ataupun lakukan, be responsible.

At last, do you consider yourself as matured already? *pertanyaan intrapersonal*

13.5.13

A Short Runaway

Had a short runaway from some tenacious college stuffs and life problems... T'was holiday! :D